KONEKSI ANTAR MATERI
MODUL 3.1. PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI
KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN
Sejak dimulainya program guru penggerak angkatan 11 pada tanggal 13 Juni 2024 sampai saat ini, maka saya telah mempelajari 8 modul. Dari pembelajaran yang telah saya ikuti, banyak pengetahuan baru yang saya peroleh. Secara garis besar saya menyimpulkan bahwa:
- Modul 1 ( Sub modul 1.1, 1.2, 1.3 dan 1.4) tentang paradigma dan visi guru penggerak mempelajari teori pendidikan
- Modul 2 ( Sub modul 2.1, 2.2 dan 2.3) tentang praktik pembelajaran yang berpihak pada murid mempelajari tentang praktik pembelajarannya;
- Modul 3 ( Sub Modul 3.1) tentang pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin, mempelajari tentang kepemimpinan pembelajaran.
Berikut rincian kesimpulan materi dari mulai modul 1.1 sampai modul terakhir 3.1 yang saya fahami.
- Filosophi Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara.Ki Hajar Dewantara mengartikan bahwa pendidikan adalah tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Sementara tujuan dari pendidikan itu sendiri adalah untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.Dari pernyataan Ki Hajar Dewantara tersebut di atas, maka saya menyimpulkan bahwa pendidikan adalah proses menggali potensi murid untuk tumbuh menjadi pribadi yang utuh. Utuh dalam arti baik secara pengetahuan / keterampilan dan baik pula secara akhlak ( budi pekerti). Pendidikan bukan transfer pengetahuan dari guru kepada murid semata, namun jauh lebih dalam adalah bagaimana transformasi nilai-nilai kebajikan. Bagaimana menanamkan nilai-nilai kebajikan agar pada akhirnya tumbuh menjadi "generasi bermutu" dan siap berperan / berkontribusi positif bagi keluarga, lingkungan, bangsa dan negaranya.
- Nilai dan Prinsip Guru PenggerakDalam menjalankan tugas sebagai guru, maka perlu difahami nilai dan prinsip sebagai guru penggerak, diantaranya adalah :a. Nilai-nilai Guru Penggerak :1) Mandiri2) Reflektif3) Kolaboratif4) Inovatif5) Berpihak pada muridMenurut saya, inti dari nilai-nilai guru penggerak adalah bagaimana kita sebagai pendidik berfokus pada kebutuhan belajar murid. Murid menjadi inti dari tujuan pembelajaranb. Peran Guru Penggerak1) Menjadi pemimpin pembelajaran2) Menggerakan komunitas praktisi3) Menjadi coach bagi guru lain4) Mendorong kolaborasi antar guru5) Memajukan kepemimpinan muridBerdasarkan point di atas, maka menurut saya peran guru penggerak intinya adalah bagaimana guru mampu menjadi "agen perubahan" kearah positif dilingkungan kelas / sekolah.
- Visi Guru PenggerakSeorang guru harus mampu membayangkan bagaimana murid dan sekolah kedepan menjadi lebih baik. Guru harus visioner dengan ide dan gagasan yang konstruktif.
- Budaya PositifManusia pada dasarnya bisa berubah karena salahsatu dari ketiga hal berikut, yakni : karena takut atas hukuman, karena mengharapkan penghargaan atau karena berubah merupakan panggilan jiwanya. Dari ketiga penyebab perubahan tersebut, maka yang terbaik adalah yang ketiga, yakni perubahan muncul atas dasar kesadaran dari dalam diri guru. Setelah guru mampu membuat target bagaimana murid / sekolah kedepannya, maka langkah selanjutnya adalah bagaiman guru mampu menginisasi pembiasan-pembiasaan baik. Bagaimana guru mampu merubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Dalam proses perubahan ini bisa menerapkan metode segitiga restitusi.Selain itu, guru harus mampu berperan sebagai manajer dalam pembelajaran / kegiatan disekola. Guru juga harus mampu memahami dan memenuhi 5 dasar kebutuhan manusia, yaitu : bertahan hidup, kasih sayang, kebebasan, kesenangan dan penguasaan.
- Pembelajaran BerdiferensiasiDalam praktik pembelajaran, maka guru dihadapkan pada berbagai kondisi murid. Bila dikategorisasi, maka keberagaman kondisi murid setidaknya berupa : kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar muri. Sementara dalam proses pembelajarannya, keberagaman pembelajaran (diferensiasi) bisa berupa : konten, proses atau produk.Inti dari materi ini yang saya fahami adalah bagaimana guru memfasilitasi pembelajaran untuk semua murid tanpa terkecuali, sehingga setiap murid dapat mengembangkan potensi dirinya.
- Pembelajaran Sosial dan EmosionalMateri ini menjelaskan bagaimana guru mampu menstimulus murid untuk dapat mengambangkan kompetensinya pada : kesadaran diri, manajemen diri, manajemen sosial, membangun relasi dan mampu mengambil keputusan dengan penuh tanggungjawab.Inti dari materi ini yang saya fahami adalah bagaimana guru mampu menyajikan pembelajaran yang menstimulus murid untuk mampu mengelola emosinya serta mampu menjalin komunikasi sosial yang efekti, serta mampu membuat keputusan-keputusan tepat, berdasar dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Coaching untuk Supervisi AkademikSupervisi akademik merupakan kegiatan rutin bagi guru. Dimana pada pola sebelumnya, supervisi dilaukan untuk mengevaluasi kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran. Namun metode coaching bukanlah untuk mengevaluasi, namun bagaimana seorang coachee (guru yang diobservasi) dapat menemukenali kekurangan dirinya, kemudian secara sistematis mampu merumuskan upaya perbaikannya. Sehingga setiap guru mampu mengembangkan kompetensi dirinya menjadi lebih baik lagi secara berkelanjutan.
- Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai PemimpinSelanjutnya guru diharapkan mampu membuat keputusan-keputusan terbaik pada kondisi dilematis. Dilema etika adalah dua atau lebih kondisi / permasalahan yang dihadapi yang statusnya sama-sama benar. Dalam kondisi seperti ini, guru harus mampu merumuskan langkah-langkah ilmiah untuk menentukan keputusan. Hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah:
a. Prinsip Pengambilan Keputusan
1) Berfikir berbasis pada hasil akhir
2) Berfikir berbasis peraturan
3) Berfikir berbasis rasa peduli
b. Paradigma Dilema Etika
1) Individu VS kelompok
2) Rasa keadilan VS rasa kasihan
3) Kebenaran VS kesetiaan
4) Jangka pendek VS jangka panjang
c. Langkah Pengambilan Keputusan
1) Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan
2) Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.
3) Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini
4) Pengujian benar atau salah : uji legal, regulasi, intuisi, publikasi, panutan
5) Pengujian Paradigma Benar lawan Benar
6) Melakukan Prinsip Resolusi
7) Investigasi Opsi Trilema
8) Buat Keputusan
Berdasarkan materi terkait dengan pengambilan keputusan sebagaimana ditulis diatas, berikut adalah inti materi yang saya fahami :
- Dalam menjalankan tugas sebagai guru, terkadang kita dihadapkan pada dilema permasalahan yang membuat kita bingung harus membuat keputusan seperti apa. maka pada kondisi ini kita harus fokus pada nilai / prinsip utama yang dipegang;
- Keputusan yang diambil harus memperhatikan kondisi lingkungan dan berbagai aspek penilaian (teori optimasi);
- Tantangan lingkungan yang saya hadapi dalam pengambilan keputusan sebagai guru adalah keberagaman tingkat disipilin murid serta kepedulian orangtua murid terkait dengan pendidikan, hal ini penting untuk dikaji karena perubahan yang digagas membutuhkan berbagai strategi yang kadang harus bersifato out of the box, serta pelibatan orangtua yang sulit terwujud.
- Kendala dalam memfasilitasi murid yang beragam dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi harus terus dicoba, sehingga pada akhirnya akan membuka pola yang paling tepat sesuai dengan kondisi
- Keputusan kita sebagai guru hari ini, bisa berdampak bagi kehidupan masa depan murid. Misalnya murid yang nakal / jarang masuk, bila kita vonis dikeluarkan dari sekolah, maka dimungkinkan hal ini akan berbekas dan menjadi catatan sejarah bagi murid tersebut. Disisi lain ini dimungkinkan bila murid tersebut tidak melanjutkan sekolah di sekolah lain, maka dia tidak akan memiliki ijazah SMK / sederajat, hal ini menghambat karier / pekerjaannya dimasa yang akan datang;
- Kesimpulan dari pembelajaran yang telah saya pelajari selama 8 modul ini adalah pada modul 1 saya mempelajari tentang konsep pendidikan yang berpihak pada murid. Pada modul 2, saya mempelajari teknis praktis pembelajaran yang berpihak pada murid. Pada sub modul 3.1 ini saya mempelajari tentang bagaimana seorang pemimpin pembelajaran mampu membuat keputusan-keputusan baik berdasarkan langkah-langkah ilmiah .
- Sebelum mempelajari modul ini, dalam beberapa hal saya mengambil keputusan dengan mengidentifikasi permasalahan berdasarkan konteks Benar / Baik.
- Setelah saya mempelajari modul ini, saya mendapatkan pemahaman baru diantaranya adalah pentingnya menerapkan prinsip dalam mengambil keputusan serta langkah-langkah pengambilan keputusannya yang paling tepat.
- Menurut saya, sangat penting kita sebagai guru untuk mempelajari modul ini, karena dengan memahami materi ini kita akan mampu membuat keputusan-keputusan yang tepat dan bijak.






0 comments:
Posting Komentar